Era Elizabethan Takhayul

Takhayul Elizabeth mencerminkan ketakutan dan keyakinan warga Inggris di tahun 1500-an dan awal 1600-an. Era ini dibedakan oleh periode perdamaian yang panjang, serta populasi keseluruhan yang stabil dan sukses. Eksplorasi, seni, sastra dan ekspansi membawa ide-ide baru yang menarik dan menakutkan bagi orang biasa. Takhayul ini memadukan tradisi pagan dan cerita rakyat internasional dengan penjelasan peristiwa supranatural.

Good And Bad Luck

Bangsa era Elizabeth percaya bahwa tindakan tertentu akan mengundang nasib baik atau buruk, sama seperti tindakan lain yang bisa menangkal nasib buruk. Seseorang pasti akan bernasib buruk jika mereka berjalan di bawah tangga (berhubungan dengan tiang gantungan), menyimpan bulu merak (pola "mata jahat"), mengaduk searah jarum jam pot (itu akan merusak makanan), meletakkan sepatu di meja (diundang kematian) atau tumpahan garam (itu mahal dan boros). Untuk menjauhkan nasib buruk dan mengundang keberuntungan untuk berdiam, orang dapat mengetuk kayu (pohon yang kuat dan alami) atau membawa jimat yang terbuat dari perak atau besi.

Cinta dan pernikahan

Elizabethan England sepenuhnya memeluk konsep cinta romantis, dan tradisi seputar pacaran dan pernikahan muncul. Itu dianggap keberuntungan bagi seorang bujangan untuk memakai setangkai basil di kerahnya ketika mencari pengantin. Sebuah array takhayul tumbuh di sekitar pernikahan, seperti mempelai wanita mengenakan sepatu yang tepat pertama untuk keberuntungan atau menghindari pernikahan pada hari Jumat tanggal 13.

Sihir dan Iblis

Orang-orang di era Elizabethan sangat religius dan merasakan ketakutan yang nyata dari iblis dan sihir. Karena tidak ada penjelasan ilmiah untuk acara seperti hewan yang sakit atau nasib buruk, mereka menyalahkan para penyihir. Para penyihir Elizabethan dipercaya untuk merapal mantra dan menjaga hewan-hewan ajaib tertentu, seperti kucing (terutama yang hitam), kelelawar dan katak. Warna hitam terkait dengan kejahatan, seperti angka 7 dan 13. Iblis itu dianggap berkeliaran dengan bebas, dan mengatakan "Berkatilah kamu" ketika seseorang bersin diperkirakan akan mencegah iblis memasuki tubuh mereka.